top

Bagaimana Sufisme Menjelaskan Evolusi Makhluk Hidup

Rp 51.000

Rp 47.000


Bagaimana Sufisme Menjelaskan Evolusi Makhluk Hidup

Judul: Bagaimana Sufisme Menjelaskan Evolusi Makhluk Hidup (Sebuah Kritik Anti Evolusi Harun Yahya)
Penulis: Herdianto Arifien
Penerbit: Republika, 2010
Tebal: 194 hlm
Kondisi: Stok Lama

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Perdebatan tentang teori evolusi, yang didengungkan Charles Darwin, antara kalangan evolusionis dan religius masih berkepanjangan hingga saat ini, karena teori evolusi telah menyinggung masalah penciptaan dan diusung oleh kalangan atheis. Oleh Harun Yahya, seorang cendekiawan muslim dari Turki, teori evolusi tersebut argumennya membantah habis teori evolusi tersebut.

Dalam dunia Islam, khususnya pada abad pertengahan (abad 9 s/d 15 Masehi). Kalangan ilmuwan muslim banya yang berpandangan evolusionis. Bahkan ajaran evolusi ini diajarkan di sekolah-sekolah. Bahkan, seorang sufisme dari Turki yang hidup pada abad 12M yangn bernama Jalalluddin Rumi memiliki syair yang berpandangan evolusionis yang sangat indah dan terkenal. Suatu ironi, bahwa di abad 21 ini, di Indonesia ada usulan untuk menghapus teori evolusi tersebut dalam dunia pendidikan.

Dalam perdebatan antara pendukung dan penolak teori evolusi tersebut seringkali tidak membahas masalah penciptaan sendiri. Oleh karena itu, buku ini bercerita tidak sekedar hanya bertujuan mencari kesesuaian teori evolusi dengan pandangan Islam. Tetapi, lebih mengkritisi argumen penciptaan ala Harun Yahya tersebut, karena pandangan beliau secara tak sadar sesungguhnya dapat meruntuhkan ke-universal-an sifat Ilahiyah.

Buku ini mencoba menafsirkan kembali arti penciptaan, khususnya melalui pandangan sufisme. Ternyata, teori evolusi dapat menafsirkan penciptaan yang lebih tinggi dan universal dan juga memiliki kearifan yang sama dengan kearifan sufisme. Bahkan sebaliknya, teori evolusi ini dapat memberikan alasan-alasan rasional bagi pandangan sufisme tersebut.

------

Aku mati sebagai mineral dan menjelma sebagai tumbuhan.
Mati sebagai tumbuhan dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.Sekali lagi!
Aku masih harus mati sebagai manusia dan lahir di alam para malaikat.
Aku masih harus mati lagi, karena kecuali Tuhan, tidak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat,aku masih akan menjelma lagi dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap, memasuki kekosongan,kesenyapan.Karena hanya dalam kesenyapan itu tedengar nyanyian mulia.Kepada-Nya semua akan kembali.
---Maulana Jalaludin Muhammad Rumi, 1207-1273 M, dalam Masnawi.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger