top

Balada Rosid dan Delia

Rp 32.000

Rp 26.000


Balada Rosid dan Delia

Judul: Balada Rosid dan Delia (Jodoh di Tangan Siapa?)
Penulis: Ben Sohib
Penerbit: Bentang Pustaka, 2010
Tebal: 244 halaman
Kondisi: Stok Lama

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Lagi-lagi Rosid berantem sama Abah. Kali ini masalahnya cinta. Abah tidak mengizinkan Rosid memacari Delia karena beda agama. Padahal, setengah mati mereka saling mencintai. Duh, harus bagaimana menjelaskan perasaan mereka ke Abah?

Sementara itu, Abah tetap tak mau tahu. Diam-diam Abah menyiapkan calon yang lebih yahud. Dia cantik, solihah, dan yang pasti seagama. Tapi, bagaimana caranya agar Rosid yang keras kepala itu mau nurut? Seperti biasa, Abah punya seribu cara untuk menundukkan kekeraskepalaan Rosid. Namun, tanpa Abah ketahui, diam-diam Rosid pun mengagumi pilihan Abah. Apakah itu berarti Rosid akan meninggalkan Delia? Bagaimana dengan Delia? Apakah dia siap berpisah dengan Rosid?

Setelah menjungkalkan tradisi memakai peci putih dalam novel bestseller The Da Peci Code karya Ben Sohib, kini Rosid yang kritis dan romantis—bersama pacarnya si tomboy Delia—kembali datang menjerat sang ayah; Mansur bin Salim al-Gibran dengan persoalan yang jauh lebih muskil: perkawinan beda agama! Dilematik dan menggelitik, jenaka sekaligus 'menggoda'!

Cover bergambar foto seseorang berambut gondrong kribo, berkaca mata besar, berpeci putih, tengah bersanding dengan seorang gadis cantik. Judul cover dilengkapi dengan tulisan ‘Kemungkinan besar best seller, buku2’. Awalnya, dengan sedikit mengundang penasaran, pembaca cukup dapat menyimpulkan bahwa novel ini kocak!

Ternyata benar, novel yang merupakan seri lanjutan ‘The Da Peci Code’ ini sama segar dan konyol dengan novel pertamanya. Novel Ben Sohib ini berkisah tentang Rosid, putera Mansur dan Muzna yang ingin menikah dengan Delia. Namun, karena Delia beda agama dengan Rosid, Mansur tak setuju dengan hubungan keduanya. Mansur kemudian berusaha mati-matian berjuang memisahkan mereka. Mulai dari meminta saran dari adiknya, mencari minyak Bul Jabal Bul, hingga mempertemukan Rosid dengan Nabila, wanita muslimah pilihan Mansur, yang kemudian hampir menjadi faktor pemutus hubungan Rosid dari Delia.

Cerita bertutur sangat lentur, dramatis tapi romantis. Dibumbui dialog ‘elu gue’, ‘kenape’ dan ‘begimane’ khas logat Betawi, serta sikap konyol Rosid dan Mansur yang polos, membuat cerita jadi lucu dan seru. Entah mirip dengan pesan Gatot Kaca dalam budaya tradisional wayang golek atau bukan, novel ini ikut berperan dan melebur dengan budaya nasional Indonesia dengan etika khas masyarakat Betawinya.

Deskripsi yang terukir dalam kalimatnya pun mengalir sederhana namun amat nyata. Gaya personifikasinya yang padat dan tersebar hampir di seluruh bagian, turut mempercantik alur bahasa novel ini. Meskipun konyol, toh kesan serius masih tetap lekat tertuang dalam novel ini. Banyak pesan spiritual yang cukup menyentil yang bisa ditarik. Ada doa dan kematian yang begitu kental terasa di bagian terakhir saat banjir mulai menghampiri pemukiman keluarga Rosid. Begitu pula menyangkut jodoh, rizki bahkan tentang pemahaman agama yang dilematis yang terselip dalam dialog-dialog seriusnya.

Bahwa ada banyak pasangan beda agama yang merenda kasih dan ingin menuntaskannya di tali pernikahan. Tapi, kekhawatiran yang pastinya melanda pikiran para orangtua terhadap pernikahan beda agama tentunya bisa disikapi dengan lebih arif. Misalnya dengan melakukan pendekatan persuasif dan komunikatif, hingga mencapai kata mufakat untuk satu kata pernikahan dalam satu bingkai keyakinan.

Melalui rangkaian kalimatnya yang memiliki daya sastra tinggi, pengarang tampaknya tak terlalu mengada-ada. Ide ceritanya yang alami dan sudah menjadi realita, mampu ia tuangkan dalam sebuah kisah yang sederhana. Bahkan menyeberang pakem novel kebanyakan yang berbicara cinta dalam garis idealis. Yang jelas, ada harapan yang ingin disampaikannya dalam novel tersebut. Harapan untuk lebih bersikap bijaksana dalam etika bermoral dan beragama. Dan tak merasa puas, penulis pun menampilkan epilog yang turut melengkapi dahaga pembaca akan nasib para tokoh dalam novel ini.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger