top

Kalau Mau Bahagia, Jangan Jadi Politisi

Rp 22.000

Rp 17.000


Kalau Mau Bahagia Jangan Jadi Politisi

Judul: Kalau Mau Bahagia, Jangan Jadi Politisi
Penulis: Arvan Pradiansyah
Penerbit: Mizan, 2009
Tebal 132 hlm
Kondisi: Stok Lama Segel

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Demokrasi kita adalah demokrasi yang berbiaya sangat tinggi. Demokrasi yang seperti ini amat sangat berbahaya. Demokrasi seperti ini sangat potensial melahirkan para politisi yang berparadigma bisnis. Mungkin, diantara Anda ada yang mengatakan bahwa paradigma bisnis itu baik-baik saja. Kalau Anda mengatakan demikian, saya akan dengan lantang mengatakan, ”Anda salah besar!” Paradigma bisnis memang bagus, tapi ini hanya bagus bagi pelaku bisnis. Ketika Anda menjadi pelaku bisnis, maka semuanya haruslah didasarkan pada kalkulasi untung rugi. Bisnis haruslah menghasilkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Namun, ketika ini diterapkan dalam politik, maka malapetakalah yang akan mengancam kita. Bagaimana tidak? Dalam paradigma bisnis, ”segala sesuatu harus bisa dijadikan uang”. Dalam paradigma bisnis, tidak ada sesuatu yang Cuma-Cuma. Dalam bisnis, kita tidak boleh memberikan sesuatu tanpa ada perhitungan untung rugi di balik itu. Segala yang bisa dijual harus dijual, jangan diberikan secara gratis.

Namun, apa yang terjadi apabila paradigma ini dianut oleh para politisi kita? Inilah yang terjadi di negara kita, terutama setelah era reformasi saat peranan legislatif menguat. Dalam sistem pemerintahan kita sekarang ini, berbagai pengambilan keputusan senantiasa melibatkan anggota parlemen. Karena itu, para anggota legislatif kita menjadi begitu berkuasa. Nah, sekarang Anda sudah semakin melihat hubungannya kan? Ada dua kondisi yang saling menunjang satu sama lain.

Kejadian-kejadian yang menimpa para anggota Dewan sebetulnya telah menjadi bukti yang amat telanjang bahwa negara kita dikuasai oleh para politisi bermental pengusaha. Jangan lupa, dalam paradigma pengusaha, mencari keuntungan itu halal, bahkan wajib.

Kalau ingin menjadikan “politik” sebagai bagian dari kehidupan yang membahagiakan, baca dulu buku Bung Arvan ini.
—Fachry Mohamad, CEO SmartFM Network

Sederhana, jujur, dan langsung sasaran.
—Radhar Panca Dahana, Budayawan

Kebahagiaan mestinya hak setiap orang. Tapi, rupanya politisi adalah jenis makhluk istimewa sehingga sulit dihinggapi kebahagiaan. Mengapa demikian?

Arvan Pradiansyah, penulis buku The 7 Laws of Happiness, menjelaskan dengan memikat mengapa seorang politisi sulit meraih kebahagiaan.

Apakah lalu semua orang tidak boleh berpolitik untuk menjadi bahagia? Tidak selalu demikian, mestinya.

Di sini, Arvan berbagi rahasia bagaimana merasakan kebahagiaan, bahkan jika seseorang harus berpolitik.

Para politisi dan mereka yang tertarik untuk berpolitik, bacalah buku ini.

Ini untuk kesehatan jiwa kita-kita juga!
—Bambang Shergi Laksmono, Guru Besar Ilmu Kesejahteraan Sosial, Dekan FISIP UI

Arvan menghadirkan wacana serta pilihan baru bagi Anda yang kini masih di persimpangan jalan mencari kebahagiaan.
-Arief Suditomo, Jurnalis, Pemimpin Redaksi RCTI

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger