top

Mahabbah Cinta Rabiah Al-Adawiyah

Rp 59.000

Rp 53.000


Mahabbah Cinta Rabiah Al-Adawiyah

Judul: Mahabbah Cinta Rabiah Al-Adawiyah
Penulis: Asfari, Otto Sukatno Cr.
Penerbit: Bentang Budaya, 2004
Tebal: 184 hlm
Kondisi: Stok Lama

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

'Tuhanku, tenggelamkan aku dalam lautan cinta-Mu....'

Ya Allah apapun yang akan Engkau karuniakan padaku di dunia ini berikanlah pada musuh-musuh-Mu. Dan apapun yang akan Engkau karuniakan padaku di akhirat nanti berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu. Karena Engkau sendiri cukuplah bagiku.

Syair-syair cinta Rabi'ah al-Adawiyah adalah tonggak agung perkembangan sufisme; menandai era baru tradisi spiritual Islam; mempengaruhi hampir semua tokoh sufi generasi kemudian; mencapai ketenaran bahkan ke dunia Barat; dan menjadi topik bahasan yang tetap mengundang peminat.

Mendekatkan diri pada Tuhan bukan lagi tindakan mencari surga maupun neraka; tapi karena cinta. Kebesaran dan keagungan Tuhan bukan lagi kekuatan yang menakutkan, tapi keindahan abadi. Puncak kemuliaan dan kenikmatan bagi batin manusia, tidak lain adalah menjangkau dan mengalami keindahan Cinta Ilahi.

Salah satu ciri utama para sufi ialah usahanya yang gigih untuk mencapai puncak makrifat, hingga “pertemuan” dengan Illahi Rabbi. Untuk menuju “pertemuan” itu, Rabiah al-Adawiyah menyebutnya ajaran Cinta Illahi. Cinta adalah perasaan yang menenangkan hati dan meramaikan kalbu. Cinta dapat ditingkatkan mencapai puncak. Dan puncak segala cinta adalah cinta kepada Yang Maha Mencinta, yakni Allah SWT.

Sebagian besar para sufi menjadikan cinta sebagai ajaran pokok dalam tasawuf. Para sufi mutakhir (sufi-filosof) sangat didominasi perasaan cinta Ilahi, yaitu keadaan rohani yang tinggi dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Kepada Rabi'ah Al-Adawiyah-lah dirujukkan pemakaian kata cinta dalam kalangan para sufi.

Sebelumnya, Hasan Al-Basri telah merintis aliran asketisme dalam Islam berdasarkan khauf (rasa takut) dan raja (rasa pengharapan), sebuah konsep bagi para sufi yang mengabdi kepada Tuhan karena takut siksa dan mengharap pahala. Rabi'ah yang lahir di Basrah (Irak) pada 714 M selalu menjalankan amalan khauf dan raja dengan melengkapi unsur baru, yakni cinta.

Cinta, menurut Rabi'ah, ada dua macam. Pertama, cinta timbul karena mencintai diri sendiri, untuk keabadian diri sendiri. Cinta kepada Allah karena ingin selalu bersama Allah dengan selalu mengingat-Nya dan ingin abadi di sisi-Nya. Kedua, cinta timbul karena yang dicintai itu sendiri, yang pantas atau berhak dicintai. Bagi Rabi'ah, Allah adalah satu-satunya yang berhak mendapat cintanya. Karena segalanya dinisbatkan kepada Allah itulah yang menjadikan cinta Rabi'ah sebagai cinta tanpa pamrih.

Rabi'ah tak berhenti hanya sampai pada rasa cita tanpa pamrih. Tapi ia meningkatkan peralihan kualitas dari mahabbah (mencintai Allah) ke ma'rifah (mengenal Allah). Dengan kualitas mahabbah dan ma'rifah yang tinggi itu manusia mendapatkan keindahan Allah dengan kebenaran (yang sebenarnya) dan harapan akan kebersamaan abadi bersama Sang Kekasih Tercinta di akhirat kelak. Kesemuanya tersirat dalam suri teladan Rabi'ah dari sisi kehidupannya: sederhana, santun tutur bahasanya, memberi petuah, dan tidak mendendam.

Dengan membaca buku ini, kita juga bisa menikmati kumpulan puisi Rabi'ah yang dirajut dengan bahasa sempurna. Rabi'ah adalah orang pertama yang menjadikan cinta Ilahi sebagai objek utama puisinya. Dengan puisi serta kemampuan analisisnya yang khas, Rabi'ah diakui sebagai pendahulu tasawuf. Karena kemampuannya itu pula Rabi'ah dipandang benar-benar mengembangkan ajaran mistik: suatu gairah kerinduan seorang makhluk kepada Khalik, yang menampakkan diri-Nya kepada yang mencintainya.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger