top

Manajemen Hidup dalam Islam

Rp 52.000

Rp 45.000


Manajemen Hidup dalam Islam

Penulis: Syaikh Muhammad Nawawi Banten
Penerbit: Hikmah (mizan Group), 2004
Tebal: xviii + 258 hlm
Kondisi: Stok Lama

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Kehidupan adalah kenyataan yang penuh warna. Warna-warni kehidupan tersebut bisa dilihat indah apabila kita mampu menatanya secara apik. Islam hadir -salah satunya- untuk memberi tahu cara menata warna-warni kehidupan tersebut. Melalui untaian syair setiap pembuka tulisan, buku ini mengajak pembaca untuk melihat kembali pemahaman keagamaan yang cenderung dikotomis.

Dalam konteks yang lebih luas, buku ini menawarkan sebuah upaya agar kita tidak bersikap parsial dalam mengarungi kehidupan ini. Karena semua unsur yang ada dalam kehidupan ini merupakan rangkaian yan bergerak dalam keagungan Ilahi. Itulah sebabnya dalam menata hidup ini harus ada kebersamaan antara hati, pikiran dan perilaku. Semua merupakan rangkaian yang saling melengkapi. Akal harus ditata melalui ilmu, hati melalui ibadah, dan perilaku melalui etika. Dengan menata hati, pikiran dan perilaku diharapkan ada kesinambungan yang bermuara pada kesempurnaan hidup. Inilah manajemen hidup islami yang hendak dikembangkan oleh Syaikh Muhammad Nawawi dalam buku ini.

Satu hal yang membuat buku ini membanggakan kita adalah bahwa buku ini ditulis oleh ulama besar Indonesia yang berasal dari daerah Tanara, Banten. Dia adalah Syaikh Nawawi yang di Timur Tengah dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Jawi atau Al-Bantani. Beliau adalah salah satu dari sedikit ulama Indonesia yang mempunyai reputasi dunia dengan karya-karyanya yang dibaca dan dikaji di berbagai negara. Banyak sekali karyanya yan ditulis dalam bahasa Arab, mengkaji berbagai disiplin ilmu, mulai dari tafsir, hadis, fikih, dan tasawuf.

Nama Syekh Nawawi Banten sudah tidak asing lagi bagi umat Islam Indonesia. Bahkan sering terdengar disamakan kebesarannya dengan tokoh ulama klasik madzhab Syafi’i Imam Nawawi (w.676 H/l277 M). Melalui karya-karyanya yang tersebar di pesantren-pesantren tradisional yang sampai sekarang masih banyak dikaji, nama Kyai asal Banten ini seakan masih hidup dan terus menyertai umat memberikan wejangan ajaran Islam yang menyejukkan. Di setiap majlis ta’lim karyanya selalu dijadikan rujukan utama dalam berbagai ilmu; dari ilmu tauhid, fiqh, tasawuf sampai tafsir. Karya-karyanya sangat berjasa dalam mengarahkan mainstrim keilmuan yang dikembangkan di lembaga-Iembaga pesantren yang berada di bawah naungan NU.

Di kalangan komunitas pesantren Syekh Nawawi tidak hanya dikenal sebagai ulama penulis kitab, tapi juga ia adalah mahaguru sejati (the great scholar). Nawawi telah banyak berjasa meletakkan landasan teologis dan batasan-batasan etis tradisi keilmuan di lembaga pendidikan pesantren. Ia turut banyak membentuk keintelektualan tokoh-tokoh para pendiri pesantren yang sekaligus juga banyak menjadi tokoh pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Apabila KH. Hasyim Asyari sering disebut sebagai tokoh yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya NU, maka Syekh Nawawi adalah guru utamanya. Di sela-sela pengajian kitab-kitab karya gurunya ini, seringkali KH. Hasyim Asyari bernostalgia bercerita tentang kehidupan Syekh Nawawi, kadang mengenangnya sampai meneteskan air mata karena besarnya kecintaan beliau terhadap Syekh Nawawi.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger