top

Negara Mafia

Rp 56.000

Rp 50.000


Negara Mafia

Penulis: Laode Ida
Penerbit: Galang Press, 2010
Tebal: 278 hlm
Kondisi: Stok Lama

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

“Karya ini penting sekali untuk disimak, sekalipun diramu dari kumpulan tulisan yang tajam menyoroti berbagai penyakit sosial di sebuah bangsa terbesar keempat di muka bumi.”
---Ahmad Syafii Maarif, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah

“Barangkali kita perlu melihat kembali kajian Mancur Oslon tentang munculnya premanisme, dan bukan perwujudan kesejahteraan, pasca-gerakan Glasnots dan Perestrorika (baca: reformasi) di Uni Sovyet. Di balik jargon demokrasi dan pasar bebas, pasca pecahnya Sovyet, di Rusia muncul kelompok roving bandits yang menguasai politik. Kelompok ini perpaduan antara pengusaha hitam dan politisi busuk. Selain menguasai daerah, mereka juga menguasai parlemen. Situasi Indonesia pasca-Reformasi memiliki paralelisme dengan situasi Rusia pasca-Reformasi. Apa yang ditulis dalam buku ini menjelaskan sebagian dari situasi tersebut.”
--- Yosep Adi Prasetyo, Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM.

Keadian di negri ini hanya pada kaum berduit. Pandangan skeptis semacam itu sudah diamini bahkan publik dibuat gerah ketika mengetahui Artalyta Suryani, si ratu suap dengan nyamannya bersantai ria dalam sel tahapan Rutan Pondok Bambu dengan dilengkapi fasilitas layaknya rumah real estate. Wajar jika muncul kecurigaan berapa banyak duit Artalyta menyuap para staf dan petinggi Rutan. Wajah keadilan Indonesia ini benar-benar menyesakkan dada rakyat kecil. Bayangkan saja, para janda pahlawan terancam hukuman 2 tahun penjara terkait dakwaan penyerobotan lahan. Nasib miris juga menimpa seorang nenek yang dituntut hukuman satu bulan lima belas hari gara-gara mencuri 3 biji buah coklat. Dengan demikian, fakta sudah cukup berbicara bahwa hukum di Indonesia bisa dibeli. Jadi siapapun penjahatnya, asal kaya raya dan mau jor-joran menyuplai "gizi" pada aparat penegak hukum, dia akan diistimewakan. Bahkan bila perlu, orang tidak berdosa akan diseret menjadi kambing hitam demi menjadi tumbal para penjahat kapitalis itu.

Layaknya jaringan mafia, praktik jual beli kasus itu seolah-olah sudah "dihalalkan" oleh para aparat penegak hukum Indonesia. Praktik itu sendiri sudah tercium oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk itu, ia memutuskan membentuk satgas mafia hukum. Pekerjaan rumah satgas mafia hukum semakin berjibun setelah Komjen Susno Duaji membongkar keberadaan makelar kasus di tubuh Polri. Sungguh memprihatinkan, sedemikian bobrokkah moral para aparat penegak hukum kita? Dengan hinanya mereka merendahkan martabat bangsa dan menciderai kebesaran bumi pertiwi. Jikalau mental korup terus dilestarikan bukan tak mungkin negara yang dikuasai para mafia ini akan menjadi negara yang dikuasai para mafia ini akan menjadi negara paling miskin dari yang termiskin.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger