top

Wasiat Terbesar Sang Guru Besar

Rp 79.000

Rp 74.000


Wasiat Terbesar Sang Guru Besar

Judul: Wasiat Terbesar Sang Guru Besar
Penulis: Syekh Abdul Qadir Jailani
Penerbit: Sahara Publishers, 2009
Tebal: 288 hlm
Kondisi: Stok Lama

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Sang pemilik ma`rifah (pengetahuan keagamaan) dan thariqah (jalan menuju kebahagiaan) ini adalah sosok paling dominan di jajaran para auliya. Sultan al-Auliya` yang disandangnya adalah buah keimanan dan keilmuan tertinggi pada dirinya. Mengapa tidak, tanda-tanda kewaliannya telah tampak semasa dalam penyusunan ibunya.

Jejak hidup beliau memperlihatkan sebuah kemuliaan seorang hamba yang tidak hanya `abid tetapi juga alim dalam tafsir, hadits, fiqih, usul fiqih, nahwu, dan lain-lain. Tak diragukan lagi, beliau lahir dan besar sebagai guru besar dimasanya juga guru besar kita semua.

Karya `emas` yang langka ini sangat pantas dimiliki, didalamnya sarat akan pengetahuan dan petunjuk-petunjuk kebenaran yang bertumpu pada fiqih dan syari`ah dan tasawuf yang bersandar pada pengalaman dan kesadaran rohani. Lembaran-lembaran wasiat ini akan memandu kita dalam melaksanakan legalitas titah keagamaan, sekaligus mengisi ruang inti batin. Kesemuanya bertujuan untuk mewujudkan kehidupan agama yang ideal.

“Makluk adalah tabir penghalang bagi dirimu, dan dirimu adalah tabir penghalang bagi Tuhammu. Selama kamu melihat makhluk, selama itu pula kamu tidak akan dapat melihat dirimu dan selama kamu melihat dirimu, selama itu pula kamu tidak akan dapat melihat Tuhanmu.” Syekh Abdul Qodir Jaelani.

"Keabadian adalah perjumpaan dengan Tuhan, dan perjumpaan dengan Tuhan itu adalah seperti kedipan mata, atau lebih cepat dari itu. Di antara ciri orang yang akan berjumpa dengan Tuhannya adalah tidak terdapat sesuatu yang bersifat fana pada dirinya sama sekali. Sebab, keabadian dan fana adalah dua sifat yang saling berseberangan."

------

Bagaimana Cara Menghindarkan Diri dari Sikap Berbangga Terhadap Diri Sendiri?

Pernah ada orang bertanya kepadanya, “Bagaimana cara membebaskan diri dari ‘ujub (merasa bangga terhadap diri sendiri)?”Beliau menjawab, “Pandanglah segala sesuatu sebagai pemberian Allah, ingatlah bahwa Dia-lah yang memberikan taufiq kepada kita sehingga dapat melakukan kebaikan, dan buanglah perasaan bahwa kita telah berbuat sesuatu. Kalau sudah demikian, niscaya kita akan selamat dari penyakit tersebut.” Dan sewaktu ada yang mengatakan kepadanya, “Mengapa kami tidak pernah melihat lalat hinggap di bajumu?” Beliau menjawab, “(Memangnya) apakah yang mau diperambilnya dariku, sedang manisan dunia dan madu akhirat tidak ada padaku sedikit pun.”

Bagaimana Cara Memperoleh Semangat (Untuk Beribadah)?

Saat ditanya tentang cara memperoleh semangat (untuk beribadah) beliau menjawab,” Caranya adalah dengan menelanjangi (membebaskan) diri dari kecintaan terhadap dunia, mempertautkan jiwa hanya dengan Akhirat, menyatukan kehendak hati dengan kehendak Tuhan, dan membersihkan batin terhadap ketergantungan makhluk .” Saat ditanya tentang dunia, ia berkata, “Keluarkanlah ia dari dalam hatimu kedalam tanganmu! Dengan begitu ia tidak akan mencelakakanmu.” Dan ketika ditanya tentang syukur, ia berkata, “Hakikat syukur adalah mengakui dengan penuh ketundukan terhadap nikmat si Pemberi nikmat, mempersaksikan karunia-Nya, dan memelihara kehormatan –Nya dengan menyadari sesungguhnya bahwa kita tidak akan sanggup untuk bersyukur dalam artian yang sebenarnya.”

wasiat terbesar abdul qadir jaelani

Allah turun setiap malam ke langit dunia- Sesuai dengan cara dan kehendak-Nya dan hanya Dia sendiri yang mengetahui-Nya-lalu mengampuni dosa-dosa orang yang di kehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Mahasuci Allah yang Mahatinggi. Tidak ada Tuhan selain Dia, Bagi-Nya nama-nama yang indah.

Turunnya Allah ini adalah turunnya dalam arti yang hakiki, bukan sekedar turunnya rahmat dan pahala-Nya seperti yang diyakini oleh kaum Mu’tazilah dan Asy’ariyah. ‘Ubbadah ibn ash-Sahamit berkata bahwa Rasulullah bersabda,”Allah turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir, lalu berkata, “Tidak seseorang pun yang meminta kepada-Ku melainkan akan Aku berikan permintaannya, Tidak seorang pun yang meminta ampun kepada-Ku melainkan Aku ampuni dia. Tidak ada seorang pun yang mengalami kesulitan hidup, lalu meminta tolong kepada-Ku melainkan akan Aku lepaskan dia dari kesulitannya,”Kemudian ia kembali ke langit pada subuhnya.”

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger