top

Duka Hati, Duka Ilahi (Persiapan Menjemput Kematian)

Rp 67.000

Rp 67.000


Duka Hati, Duka Ilahi (Persiapan Menjemput Kematian)

Judul: Duka Hati, Duka Ilahi (Persiapan Menjemput Kematian)
Penulis: Imam Al-Ghazali
Penerbit: Hikmah, 2003
Tebal: x + 350 hlm
Kondisi: Stok Lama-bersegel

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Hati adalah kendali. Ketika hati tak lagi berfungsi, maka nilai kemanusiaan menjadi mati. Sebagai pusat yang sagnat menentukan gerak dan aktivitas tubuh manusia, hati seharusnya selalu bergetar dengan nilai-nilai kebaikan. Sehingga arah aktivitas manusia condong pada kebaikan pula. Tuhan sebagai pemilih kasih sayang (rahman dan rahim) telah menunjukkan semua jalan kebaikan. Petunjuk tersebut merupakan kepedulian sekaligus perwujudan cinta Allah pada hamba-hamba-Nya. Ketika cinta yang begitu besar diberikan kepada umat manusia, tetapi manusia tetap saja menyimpang, maka Allah pun merasa berduka (kasihan) padanya. Duka hadir karena kasih sayang yang begitu tinggi. Buku Duka Hati Duka Ilahi ini ingin menunjukkan adanya ikatan yang erat antara hati dengan Ilahi.

Ketika hati tidak lagi berfungsi, maka ia tidak akan pernah sampai pada perjamuan dengan Ilahi. Semua yang dilakukan di dunia ini adalah untuk sampai pada kehidupan abadi di akhirat nanti. Untuk sampai ke sana kita harus melewati proses kematian. Di dalam buku ini digambarkan bagaimana proses kematian dan alam akhirat itu hadir. Secara keseluruhan Al-Ghazali ingin memberikan taushiah tentang pentingnya persiapan menjemput kematian dengan cara membekali diri dengan perbuatan-perbuatan baik. Sehingga dalam wisata menuju alam akhirat, kita bisa sampai pada tujuan yang diinginkan, yaitu surga.

Imam Al-Ghazali yang nama lengkapnya Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Al-Thusi lahir di kota Thus, Iran pada 445 H/1058M. Bakat intelektualnya terlihat sejak anak-anak, terutama setelah mendapat didikan dari ulama berwawasan ahlu sunah wal-jamaah. Dia sempat direkrut menjadi pimpinan ulama yang memberikan pengesahan pada keputusan-keputusan pemerintah. Namun tampaknya dia lebih betah menjadi tenaga pengajar di Universitas Al-Nizhamiyah, Baghdad. Dari karyanya yang banyak, pemikirannya yang luas, dan sikapnya yang arif, banyak masyrakat yang mengaguminya dan memberinya gelar Hujjat Al-Islam. Setelah merampungkan hampir 100 buku dari berbagai tema, dia dipanggil oleh Allah pada hari Senin, 14 Jumadil Akhir 505 H.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger