top

Penyair Wanita Sufi: Rabiah Al-Adawiyah

Rp 37.000

Rp 32.000


Penyair Wanita Sufi: Rabiah Al-Adawiyah

Judul: Penyair Wanita Sufi: Rabiah Al-Adawiyah
Penulis: Muhammad Atiyah Khamis
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1994
Tebal: 97 halaman
Kondisi: Stok Lama

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Ketenaran Rabi'ah telah tersebar ke mana-mana, sampai menjangkau eropa. Para sarjana Barat sangat kagum akan sejarah hidup wanita yang saleh ini, lebih-lebih karena ia seorang yang tidak pernah menginjakkan kakinya di perguruan tinggi ternama. Namun buah renungannya kaya akan ilmu yang mendalam sehingga para sarjana itu sangat menaruh minat unutk meneliti buah pikirannya. Banyak sarjana Barat yang telah menulis riwayat hidup dan gagasan-gagasannya, diantaranya, margaret Smith yang telah menulis sebuah buku berjudul Rabi'ah dan sufi-sufi wanita dalam Islam buku itu diterbitkan di Cambridge, tahun 1928. Tak kurang pentingnya adalah penelitian yang dilakukan Masignon. Menurut Masignon, Rabi'ah telah mewariskan suatu peninggalan yang tak ternilai harganya. Ilmuwan Barat lainnya, Nicholson, menyatakan, Rabi'ah telah merintis jalan sehingga membangkitkan minat orang terhadap kehidupan sufi.

Suatu ketika, Rabi’ah berdoa dan mendirikan salat. Pedagang yang menjadi majikannya tiba-tiba melihat sebuah lentera berayun-ayun di atas kepala Rabi’ah, tanpa tali yang menahannya. Yang lebih mengherankan pedagang itu, cahaya lentera itu memancar ke seluruh kamar, sehingga menimbulkan ketakutan di hati majikan Rabi’ah. Semalaman ia tidak dapat memejamkan matanya, berusaha mencari jawaban atas peristiwa yang hampir tak dapat dipercayainya. Ketika fajar menyingsing, pedagang itu mendatangi Rabi’ah, dan berkata: “Rabi’ah, aku memberikan kebebasan kepadamu. Jika engkau mau, engkau boleh tinggal di sini. Kami semua akan menyediakan segala keperluanmu. Namun, kau bebas untuk menentukan pilihanmu, jika kau memang ingin meninggalkan kami.” Begitu mendengar perkataan tuannya, Rabi’ah segera bangkit, lalu mengucapkan selamat tinggal kepada tuannya, dan segera berangkat. Sejak itu, Rabi’ah telah menjadi orang yang merdeka.

Rabi’ah mencapai usia delapan puluhan tahun. Bukan hanya semata-mata tahun yang panjang, tapi waktu yang penuh dengan berkat hidup yang menyebar ke sekitarnya atau seperti dikatakan Louis Massignon, suatu kehidupan yang menyebarkan wangi yang semerbak ke daerah sekitarnya dan cinta yang tak pernah padam.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger