top

Tarian Setan (Novel Saddam Hussein)

Rp 46.000

Rp 40.000


Tarian Setan (Novel Saddam Hussein)

Judul: Tarian Setan
Penulis: Saddam Hussein
Penerbit: Jalasutra, 2006
Tebal: xx + 266 hlm
Kodnsisi: Stok Lama Segel

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Tarian Setan adalah novel keempat Saddam Hussein, mantan presiden Irak. Selesai ditulis pada 18 Maret 2003, dua hari menjelang agresi militer ke Irak, naskah novel ini segera dilarikan putri sulung Saddam ke Yordania. Mengambil setting Arab Kuno tahun 1500 SM, Saddam melukiskan sebuah suku yang berada di bawah pengaruh dan kekuasaan asing.

Judul buku ini mengingatkan kita pada Ayat-ayat Setan alias The Satanic Verses karya Salman Rushdie yang pernah menggegerkan. Apalagi, pengarangnya adalah tokoh yang cukup kontroversial: Saddam Hussein, pemimpin Irak yang digulingkan Amerikan Serikat dan sekutunya.

Tapi karya Saddam ini berbeda 180 derajat dibandingkan dengan karya Salman. Dalam cerita berjudul asli Akhreej Minha Ya Mal’un ini, yang kurang lebih berarti Enyahlah Kalian, Terkutuk!, Saddam bertutur tentang perjuangan melawan si angkara murka. Cerita berlatar dunia Arab ini tampaknya sebuah metafora perlawanan terhadap Amerika.

Ada sosok Hasqil si tamak, licik, dan haus kekuasaan yang bersekongkol dengan kepala suku adikuasa Romawi. Ada penaklukan suku-suku dan pemerasan rakyat yang menghasilkan menara kembar, tempat menimbun harta hasil memeras rakyat. Ada tokoh Salim, simbol pemersatu suku-suku melawan persekongkolan adikuasa.

Cerita novel ini diawali dengan kisah keluarga Ibrahim. Ibrahim di daerah Eufrat bersama istrinya Ummu Halimah dan ketiga cucunya yang sudah yatim piatu ; Hasqil, Yusuf dan Mahmud . Keluarga Ibrahim hidup secara nomaden ( berpindah-pindah tempat ) karena profesi Ibrahim sebagai ulama yang mempunyai kewajiban untuk menyebarkan agama islam di seluruh jazirah arab. Sebagai ulama Ibrahim senantiasa mengajarkan syari’ah islam dan menanamkan nilai-nilai akidah-akhlak kepada cucu-cucunya. Ibrahim ingin cucu-cucunya bisa menjadi penerusnya kelak. Tetapi dari ketiga cucunya hanya Yusuf dan Mahmud saja yang benar-benar bisa menerima dan menjiwai nilai-nilai islami yang ditanamkan Ibrahim. Karena Hasqil cucunya yang paling tua mempunyai perangai dan perilaku yang jauh bersebrangan dengan kedua saudaranya.

Selanjutnya novel ini berkisah tentang Hasqil, bagaiman sepak terjang Hasqil dalam meraih semua keinginannya. Sejak kecil tabiat dan tingkah laku keseharian Hasqil memang kurang terpuji padahal tidak kurang-kurangnya Ibrahim beserta kedua saudaranya mengingatkan dia. Hasqil juga suka membuat keonaran sehinnga banyak orang yang tidak simpatik padanya. Ia juga seorang egois yang selalu membenarkan semua tindakannya. Terhadap orang tua pribadi Hasqil juga kurang sopan. Mulanya Ibrahim memaklumi semua tindakan Hasqil tetapi setelah dewasa ternyata perangai buruk Hasqil tidak berubah bahkan bertambah buruk.

Puncaknya ketika akhirnya Ibrahim mengusir Hasqil karena dia telah berbuat tidak senonoh dengan meraba payudara putri seorang kepala suku dan mencoba memperkosanya. Hasqil meninggalkan kelurganya dan menghidupi hidupnya dengan berjualan emas, membuat senjata dan sepatu kuda. Untuk memperlancar bisnisnya Hasqil juga menggunakan trik-trik yang kurang terpuji. Dia senang sekali memancing konflik dan kepada siapa saja yang bisa mendatangkan keuntungan banyak baginya disitulah dia bernaung.

Kemudian sampailah petualangan Hasqil di suku al-Mudtharrah yang sedang berselisih dengan suku al-Mukhtarah. Ia lalu bersekongkol dengan suku Romawi untuk menduduki jabatan kepala suku al-Mudtharrah. Kelicikannnya membuat Hasqil dengan mudah menguasai suku al-Mudtharrah dan dalam waktu singkat jabatan kepala suku jatuh ketangannya. Padahal dalam tradisi suku-suku di Arab, seorang kepala suku harus putera asli dan bukan pendatang. Hasqil juga berperan dalam kematian mantan kepala suku dan tidak itu saja Hasqil juga meniduri istri mantan kepala suku yang imannya lemah karena emas, berlian dan kekayaan Hasqil. Lebih sadis lagi Hasqil juga berniat untuk meniduri dan mendapatkan anak mantan kepala suku yang bernama Lazzah.

Sejak semula Lazzah sudah tidak suka kepada Hasqil karena dia sudah mencium niat jahat Hasqil terhadap sukunya. Ketika menjabat sebagi kepala suku terbongkarlah sifat buruk Hasqil. Dengan dibantu suku Romawi Hasqil menghisap hasil perekonomian rakyatnya untuk membangun sebuah imperium yang disimbolkan dengan menara kembar. Pemakzulan Hasqil terhadap ayahnya serta kesewenang-wenangan terhadap rakyatnya membuat Lazzah menyusun kekuatan untuk meruntuhkan kekuasaannya. Lazzah bergerak dibantu oleh Salim, kekasihnya. Keduanya memobilisasi rakyat sukunya untuk menegakkan kebenaran dan menumbangkan kekuasaan Hasqil beserta antek-antek Romawinya.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger