top

Tuntunan Shalat Khusyuk (Sullam Al-Munajat)

Rp 54.000

Rp 50.000


Tuntunan Shalat Khusyuk (Sullam Al-Munajat)

Judul: Tuntunan Shalat Khusyuk (Sullam Al-Munajat)
Penulis: Syekh Nawawi al-Bantani
Penerbit: Turos Pustaka, 2015
Tebal: 198 hlm
Kondisi: Bersegel

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Untuk kesempurnaan ibadah Anda, buku ini memuat semua hal yang berkaitan dengan shalat, dari niat, cara dan jenis bersuci, syarat dan rukun shalat, waktu-waktu shalat, hikmah-hikmah dalam rakaat shalat, hal-hal yang membatalkan shalat, hinggga sunah-sunah dalam wudhu, mandi dan shalat.

Kitab yang berjudul asli "Sullam al-Munajad" ini dipilih oleh para kiai dan ustadz di pesantren-pesantren tradisional sebagai salah satu referensi utama untuk pelajaran dasar Fikih Shalat. Materi yang diajarkan kitab ini sangat padat, jelas, dan lengkap.

Isinya penjelasan-penjelasan penting tentang segala hal yang dibutuhkan orang agar shalatnya khusyuk dan sempurna. Semuanya dipaparkan dengan runtut mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan shalat. Tahap persiapan misalnya, kitab ini dengan sangat rinci menjelaskan 12 syarat yang harus dipenuhi untuk kekhusyukan dan kesempurnaan shalat. Setelah itu, kita dibimbing untuk menjalankan rukun dan fardlu shalat sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw.

Penulis kitab ini, Syekh Muhammad an-Nawawi al-Bantani, adalah sosok ulama Indonesia yang terkenal di dunia Islam sebagai Sayyidu Ulama al-Hijaz (Pemimpin Ulama Hijaz). Ulama yang produktif melahirkan karya-karya besar ini adalah guru dari Syaikhuna Khalil Bangkalan dan Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asyari (pendiri Nahdatul Ulama).

Diriwayatkan bahawa Syeikh Nawawi al-Bantani mengajar di Masjidil Haram menggunakan bahasa Jawa dan Sunda ketika memberi keterangan terjemahan kitab-kitab bahasa Arab. Barangkali ulama Banten yang terkenal itu kurang menguasai bahasa Melayu yang lebih umum dan luas digunakan pada zaman itu. Oleh sebab kurang menguasai bahasa Melayu, maka tidak berapa ramai muridnya yang berasal dari luar pulau Jawa (seperti Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu dan Patani).

Tetapi Tok Kelaba al-Fathani menyebut bahawa beliau menerima satu amalan wirid daripada Syeikh Abdul Qadir bin Mustafa al-Fathani, dan Syeikh Abdul Qadir itu menerimanya daripada Syeikh Nawawi al-Bantani. Syeikh Abdul Qadir al-Fathani (Tok Bendang Daya II) sebenarnya bukan peringkat murid kepada Syeikh Nawawi al-Bantani tetapi adalah peringkat sahabatnya.

Syeikh Nawawi al-Bantani (1230 Hijrah/1814 Masehi) lebih tua sekitar empat tahun saja daripada Syeikh Abdul Qadir al-Fathani (Tok Bendang Daya II, 1234 Hijrah/1817 Masehi). Adapun murid Syeikh Nawawi al-Bantani di pulau Jawa yang menjadi ulama yang terkenal sangat ramai, di antara mereka ialah, Kiyai Haji Hasyim Asy’ari, Pengasas Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur, bahkan beliau ini dianggap sebagai bapa ulama Jawa dan termasuk pengasas Nahdhatul Ulama.

Murid Syeikh Nawawi al-Bantani yang terkenal pula ialah Kiyai Haji Raden Asnawi di Kudus, Jawa Tengah, Kiyai Haji Tubagus Muhammad Asnawi di Caringin, Purwokerto, Jawa Barat, Syeikh Muhammad Zainuddin bin Badawi as-Sumbawi, Syeikh Abdus Satar bin Abdul Wahhab as-Shidqi al-Makki, Sayid Ali bin Ali al-Habsyi al-Madani dan ramai lagi.


Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger