top

Cina Muslim dan Runtuhnya Republik Bisnis

Rp 66.000

Rp 58.000


Cina Muslim dan Runtuhnya Republik Bisnis

Judul: Cina Muslim dan Runtuhnya Republik Bisnis
Penulis: Teguh Setiawan
Penerbit: Republika, 2012
Tebal: 262 hlm
Kondisi: Stok Lama Segel

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

"Belanda menuduh Tionghoa memeluk Islam untuk menghindari pajak dan memperoleh akses berdagang lebih luas."

Benarkah?

Sedemikian banyak kisah tentang keterlibatan Muslim Tionghoa dalam penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, tapi mereka tidak pernah bisa melepaskan statusnya sebagai minoritas di dalam minoritas.

Muslim Tionghoa berhasil menerjemahkan Alquran dalam bahasa Mandarin pada abad 17, namun karya itu sempat lenyap selama dua abad.

Muslim Tionghoa pernah mendirikan partai, tapi siapa sudi melacak dan mencatat sejarahnya. terdapat asumsi, Muslim Tionghoa di era kolonial menganut mazhab Hanafi dan tidak mengenal tiga mazhab lainnya: Hambali, Maliki dan Syafi'i. Mereka juga tidak mengenal istilah Sunni dan Syiah.

***

Liu Asheng masih terus berkuasa di bawah pengaruh Belanda. ia meninggal pada 1884. Beberapa hari setelah kematiannya, tentara Belanda memasuki Mandor. Sejarah Republik Lanfang pun berakhir.

Namun seorang sejarawan menyebutkan, Republik Lanfang di Kalimantan Barat tidak benar-benar musnah setelah orang terakhir mereka meninggalkan pulau itu. Gagasannya dibawa masyarakat Hakka yang lari ke Medan, diwariskan ke generasi berikut yang menyebar dari Kuala Lumpur sampai Singapura. Salah satu keturunan mereka; Lee Kuan Yew, mendirikan Republik Lanfang kedua bernama Singapura.

------

Belanda menuduh Tionghoa memeluk Islam untuk menghindari pajak dan memperoleh akses berdagang lebih luas. Sedemikian banyak kisah tentang keterlibatan Muslim Tionghoa dalam penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, tapi mereka tidak pernah bisa melepaskan statusnya sebagai minoritas di dalam minoritas.
Muslim Tionghoa berhasil menerjemahkan Al-Quran dalam bahasa Mandarin pada abad 17, namun karya itu sempat lenyap selama dua abad. Muslim Tionghoa pernah mendirikan partai, tapi siapa sudi melacak dan mencatat sejarahnya. Terdapat asumsi, Muslim Tionghoa di era kolonial menganut mazhab Hanafi dan tidak mengenal tiga mazhab lainnya : Hambali, Maliki, dan Syafi'i. Mereka juga tidak mengenal istilah Sunni dan Syiah.

Liu Asheng terus berkuasa di bawah pengaruh Belanda. Ia meninggal pada tahun 1884. Beberapa hari setelah kematiannya, tentara Belanda memasuki Mandor. Sejarah Republik Lanfang pun berakhir. Namun seorang sejarawan menyebutkan, Republik Lanfang di Kalimantan Barat tidak benar-benar musnah setelah orang terakhir mereka meninggalkan pulau itu. Gagasannya dibawa masyarakat Hakka yang lari ke Medan, diwariskan sampai Singapura. Salah satu keturunan mereka; Lee Kuan Yew, mendirikan Republik Lanfang kedua bernama Singapura.

Mereka tak bisa menerima Vihara melainkan menginginkan Lithang. Mereka merindukannya selama 32 tahun. Masyarakat Cina Benteng, sebagai wujud bakti kepada leluhur, menolak mendatangi vihara. Ia tidak bisa menerima Lithang, atau klenteng, yang notabene rumah ibadah Khonghucu tiba-tiba menjadi vihara, dengan patung Buddha di dalamnya. Saat masyarakat Cina Benteng Panongan berniat membuat Lithang, Ari Novi, Camat Panongan tak segan membantu. Ia sangat merasakan betapa menderitanya sekelompok pemeluk agama hidup tanpa tempat ibadah selama 32 tahun atau selama pemerintahan Orde Baru. Tindakan itu membuatnya sempat dikecam sebagai camat kafir.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger