top

Kematian adalah Nikmat (Sekelumit Pandangan Filosof, Agamawan, Ilmuan, dan Al-Qur’an)

Rp 65.000

Rp 58.000


Kematian adalah Nikmat (Sekelumit Pandangan Filosof, Agamawan, Ilmuan, dan Al-Qur’an)

Judul: Kematian adalah Nikmat (Sekelumit Pandangan Filosof, Agamawan, Ilmuan, dan Al-Qur’an)
Penulis: M. Quraihs Shihab
Penerbit: Lentera Hati, 2013
Tebal: 288 hlm
Kondisi: Stok Lama Segel

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Mahasuci/Maha Melimpah Kebajikan Dia [Allah] Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan maut dan hidup untuk menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
[QS. al-Mulk [67]: 1-2]

Yang berlebih, kelebihannya akan direnggut kematian. Yang kekurangan, kekurangannya akan diakhiri dengan kematian. Yang berkecukupan, kecukupannya akan disudahi dengan kematian. Yang populer, kepopulerannya akan dirampas kematian. Yang tidak populer juga akan berujung pada kematian. Jika kematian adalah kemestian, mengapa banyak orang gentar menghadapinya. Bahkan ada yang membuang-buang energi untuk menghindarinya.

Dalam Islam, kematian adalah salah satu tahapan perjalanan yang pasti dilalui oleh semua manusia. Jika dipahami dan disikapi dengan cara yang benar, sesungguhnya kematian adalah nikmat yang patut disyukuri. Inilah poin yang ingin disampaikan penulis. M. Quraish Shihab, dalam buku ini. Lewat penelusuran terhadap pandangan pelbagai kalangan, mulai dari filosof, ilmuwan, agamawan, dan tentu saja al-Qur'an, penulis hendak menegaskan bahwa tak ada manusia yang luput dari kematian. Percuma saja menghindarinya. Cara terbaik menghadapinya adalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Karena dengan kematian sesungguhnya manusia tengah memasuki babak baru dalam kehidupannya.

------

Kalau kita memperhatikan fenomena yang terjadi dalam masyarakat, kita akan menemukan bahwa hidup dan mati silih berganti terjadi. Karena itu MAUT bukan sekedar persoalan saya dan Anda, bukan juga hanya generasi masa kini, tetapi ia merupakan persoalan semua generasi, bahkan seluruh manusia kapan dan dimana pun. Maut adalah persolan semua yang hidup. Ini antara lain karena semua diciptakan membawa keinginan kekal, atau paling tidak, mendambakan hidup selama mungkin, setelah manusia menyadari bahwa mereka tak kuasa hidup langgeng.

Demikian sekelumit isi tulisan yang terdapat dalam buku dengan ukuran 13×19 cm ini, dari sekian buku yang telah diterbitkan melalui karya – karyanya, penulis melengkapi dengan menghadirkan buku barunya ini tentang “kehidupan” dan “kematian”, yang pernah juga sebagian dibahas dalam karya penulis sebelumnya seperti dalam buku Perjalanan Menuju Keabadian.

Buku ini hadir dengan melengkapi karya sebelumnya dengan memberikan aneka pandangan manusia tentang makna Mati dan Hidup, baik oleh para filosof yang optimis maupun pesimis, juga pendapat agamawan yang penulis usahakan tersaji dalam bentuk yang menenangkan hati ketimbang menakutkan, serta pandangan ilmuan yang mereka peroleh berkat penelitian, pengamatan, dan pengalaman mereka menghadapi sekian pasien.

Menarik buku ini dibaca selain membahas tentang kematian, penulis juga mengaitkan pembahasan tentang Ilmu dan Iman, Alam Barzakh, Kiamat, serta dilampirkan riwayat menjelang wafatnya Nabi saw dan Khulafa Ar-Rasyidin. Sehingga kata penutup dalam pengantar buku ini penulis mengatakan semoga dengan membaca buku ini, ketakutan yang tidak wajar dan pesimisme yang bukan pada tempatnya dapat sedikit terkikis sehingga hidup dan kehidupan kita alami dengan bahagia dan kematian kita sambut dengan legowo dan tenang.

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger