top

Meraih Ampunan Allah (Metode Membersihkan Hati dari Kotoran Dosa)

Rp 62.000

Rp 55.000


Meraih Ampunan Allah (Metode Membersihkan Hati dari Kotoran Dosa)

Judul: Meraih Ampunan Allah (Metode Membersihkan Hati dari Kotoran Dosa)
Penulis: Jamilah Al-Mashri
Penerbit: Serambi, 2004
Tebal: 210 hlm
Kondisi: Stok Lama Bersegel

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Ya Allah… aku memohon kepad-aMu dengan keagungan-Mu dan kehinaanku, kecuali Engkau memuliakanku.

Ya Allah… aku meminta kepada-Mu dengan kekuatan-Mu dan kelemahanku, dengan kecukupan-Mu dan kebutuhanku padaMu.

Ini ubun-ubunku yang berdusta dan bersalah berada di hadapan-Mu. Tak ada Tuhan bagiku selain-Mu. Tak ada tempat berlindung dan tempat selamat dari-Mu kecuali dengan pergi menuju haribaan-Mu. Aku meminta layaknya seorang miskin, dan aku betul-betul memohon kepada-Mu layaknya orang yang hina. Aku berdo’a kepadaMu seperti do’a orang yang takut dan buta, seperti permintaan orang yang bersimpuh menundukkan kepalanya di hadapan-Mu, bersujud dan menangis dengan hati yang tunduk kepada-Mu.

----------

DIALOG ANTARA IBRAHIM IBN ADHAM DENGAN PEMUDA

Pada Suatu hari, Seorang pemuda menemui Ibrahim Ibn Adham dan menyampaikan pertanyaan berikut petikan dialognya.

"Wahai Abu Ishaq, aku betul-betul telah melampaui batas, bisa tolong jelaskan padaku sesuatu yang bisa menjadi benteng dan penyelamat hatiku?"

"Jika kamu mengikuti lima Hal yang kusebutkan nanti, kamu pasti tidak akan berbuat maksiat lagi yang membikin kamu tercela, dan tidak akan ada keninkmatan yang bisa menghancurkanmu."

"Apa itu wahai Ustadz?"

"Yang Pertama jika kamu mau bermaksiat kepada Allah, kamu jangan memakan Rezeki dari Allah ... "

"Jadi aku harus makan apa? Bukankah semua yang ada di dunia ini rezeki dari Allah?"

"Lantas apakah layak kamu makan rezeki-Nya sementara kamu bermaksiat kepada-Nya?"

"Tentu saja tidak .... lalu yang kedua?"

"Jika Kamu mau bermaksiat pada-Nya jangan Tinggal di negeri-Nya ....."

"Ini lebih berat lagi, harus pergi kemana? semua tempat kan kepunyaan Allah. ..?"

"Lantas apakah layak kamu makan rezeki-Nya terus tinggal di negeri-Nya sementara kamu bermaksiat pada-Nya?"

"Tidak ustadz .... Ketiganya?"

"Kalau kamu mau bermaksiat pada-Nya, sambil terus makan rezeki-Nya dan Tinggal di negeri-Nya, coba engkau cari tempat yang Allah Tidak bisa melihat kamu secara langsung, di tempat itulah kamu boleh bermaksiat .... "

"Mustahil itu, Ustadz, nggak mungkin, Allah Maha Mengetahui, Dia Maha Melihat segalanya, mau cari dimana ? sampai kapanpun nggak akan bisa?"

"Nah, Layak kah kamu memakan rezekiNya, tinggal di negeriNya, terus bermaksiat padaNya, padahal engkau tahu Allah melihat dan tahu maksiat yang engkau perbuat?"

"Jelas Tidak layak ustadz ... Lalu yang keempat?"

"Kalau Malaikat maut datang menjemput, bilang padanya agar menunda mencabut nyawamu, biar engkau taubat dulu lalu melakukan amal shaleh buat bekal ke akhirat .... "

" Mana mungkin bisa ditunda ustadz bila telah sampai waktunya .... "

"Nah ... kalau engkau tidak kuasa menolak kematian supaya bisa bertaubat dulu dan tidak ada penundaan lagi , bagaimana engkau berharap mau selamat ?"

sang pemuda terdiam dan hanya bisa mengangguk nganggukkan kepalanya ...

"Yang terakhir ustadz ?"

"Kalau malaikat Zabaniah datang buat membawamu ke jurang neraka , engkau jangan ikut .... "

"Itu juga tidak mungkin , ustadz , yang ada malah ana mungkin ditendang ke Neraka .... "

"Nah paham kah engkau saudaraku ? bagaimana kamu berharap mau selamat ?"

"Astaghfirullahhal adzim .... Betul yang engkau sampaikan wahai Ustadz , Sebaiknya ana berbenah diri , bertaubat dari sekarang sebelum ajal menjelang .... "

(dari buku Meraih Ampunan Allah by Jamilah al-Mashri)

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger