top

Muhammad Al-Fatih (Penakluk Konstantinopel)

Rp 57.000

Rp 50.000


Muhammad Al-Fatih (Penakluk Konstantinopel)

Judul: Muhammad Al-Fatih (Penakluk Konstantinopel)
Penulis: Syaikh Ramzi Al-Munyawi
Penerbit: Al-Kautsar
Tebal: 274 hlm
Kondisi: Baru Bersegel

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Awalnya adalah sabda Rasulullah, "Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluk dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya." (HR. Ahmad)

Sekitar 800 tahun lamanya, mimpi indah ini tersimpan rapi dalam lembaran-lembaran kitab hadits. Bukan tidak ada yang berminat menjadi pahlawannya. Sudah banyak. Nahkan, sekitar 11 kali percobaan telah dilakukan oleh tokoh-tokoh besar. Termasuk yang paling bersemangat adalah Abu Ayyub Al-Anshari. Kuburannya yang ditemukan di dekat benteng Konstantinopel menjadi bukti kuat keinginan untuk menjadi pembuat sejarah besar dan pewujud mimpi indah itu.

Tapi memang, sejarah besar hanya akan ditorehkan oleh orang-orang besar. Seperti Muhammad Al-Fatih. Pada usia 25 tahun, ia mampu membuktikan dirinya sebagai pelaku hadits mulia itu. Ia menjadi pembawa kabar gembira Sang Nabi untuk menaklukkan Konstantinopel, ibukota Imperium Bizantium. Sosoknya boleh jadi tidak begitu dikenal anak-anak generasi zaman kini. Tapi, sejarah sangat mengenal sebagai orang besar yang telah membuat sejarah besar dalam perjuangan besarnya.

Penulis buku ini, Ramzi Al-Munyawi, pakar sejarah Islam, tidak saja menyajikan biografi besar Muhammad Al-fatih. Tapi juga, tentang cerita suksesnya menaklukkan kota yang begitu menggoda semua peradaban kala itu. Tentang guru-gurunya yang berperan besar dibalik kesuksesannya, tentang strategi militer yang mencengangkan dunia, tentang proyek-proyek peradaban dan ekonomi yang berhasil dihadirkan untuk dunia dan tentang cerita terbunuhnya yang misteri.

--------

eperangan dahsyat pun terjadi, benteng yang tak tersentuh sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh orang-orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur. Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil memasuki Kota Konstantinopel. Sejak saat itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad al-Fatih, penakluk Konstantinopel.

Saat memasuki Konstantinopel, Sultan Muhammad al-Fatih turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani dan kota ini diganti namanya menjadi Islambul yang berarti negeri Islam, lau akhirnya mengalami perubahan menjadi Istanbul.

Selain terkenal sebagai jenderal perang dan berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sultan-sultan lainnya, Muhammad al-Fatih juga dikenal sebagai seorang penyair. Ia memiliki diwan, kumpulan syair yang ia buat sendiri.


Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger