top

Musyawarah Burung karya Syekh Fariduddin Attar

Rp 57.000

Rp 50.000


Musyawarah Burung karya Syekh Fariduddin Attar

Judul: Musyawarah Burung
Penulis: Fariduddin Attar
Penerbit: Titah Surga, 2014
Tebal: 184 halaman

orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang Dikirim ke Rumah Anda

Terbangnya burung dan sayap-sayap mereka merupakan simbol dari ruh perjalanan spiritual. Hal ini bisa terlihat pada berbagai kebudayaan seperti Mesir Kuno, Persia Kuno, Yunani Kuno, Kristen dan Islam. Bahkan Plato mengatakan bahwa sayap sebuah burung merupakan simbol paling tepat untuk menggambarkan semangat itu. Al-Qur’an juga berbicara tentang “bahasa burung-burung” sebagai bahasa pengantar untuk menyampaikan rahasia wahyu Allah kepada Nabi Sulaiman.

Banyak puisi penting karya Sufi Persia yang membahas burung dan penerbangan mereka sebagai spirit kehidupan dan perjalanan spiritual. Puisi-puisi ini (baik yang berdasarkan Qur’an maupun kosmologi Islam) menyoroti gunung semesta yang puncaknya dikuasai oleh Simurgh, burung mistik yang nama dan sosoknya diambil dari sumber-sumber Zoroaster awal. Karya paling terkenal adalah Mantiq al-Tayr (biasa diterjemahkan menjadi Musyawarah Burung) karangan Fariduddin Attar, seorang penyair Persia abad ke-12 yang juga salah satu tokoh terbesar dalam sejarah puisi Persia dan menjadi inspirasi utama karya-karya Rumi. Sebuah puisi prosa dalam bait-bait bersajak atau bentuk mathnawi, karya ini terdiri dari 4000 syair lebih yang dianggap sebagai tulisan paling berwawasan luas dan menjadi masterpiece terpenting puisi sufi, juga sebagai sastra sufistik yang diakui secara global.

Seperti banyak karya sastra sufistik lainnya khususnya puisi, masterpiece Attar ini memiliki kekuatan untuk berbicara baik kepada pelaku tasawuf maupun orang awam. Di Persia, sajak-sajaknya tidak hanya didiskusikan secara serius oleh para sastrawan, tetapi juga dikutip oleh tukang roti dan tukang sepatu yang bahkan mungkin tidak mengenal sastra. Karya Attar menjadi sumber inspirasi dan rujukan bagi banyak penulis era selanjutnya tidak hanya di Persia tetapi juga di dunia Islam India dan Ottoman. Di Persia, karya ini juga diadopsi ke dalam versi lebih sederhana untuk kalangan anak-anak muda. Bahkan isi ceritanya menginspirasi banyak pelukis dan adegan-adegannya digambarkan oleh seniman dalam berbagai miniatur.

Pengantar dari Seyyed Hossein Nasr, Professor Kajian Islam di Universitas George Washington

Description
Reviews
SAME DAY SHIPPING
Pengiriman langsung dilakukan pada hari pemesanan
Copyright ©.
Lapak Buku (Labu) - Toko Buku Online Allright reserved.
Support by Achmad Rifai Proudly by Blogger